Jenis Semen Menurut Fungsinya

No comment 55 views

Jenis Semen Menurut Fungsinya

Jenis Semen Menurut Fungsinya

Semen adalah sebuah bahan campuran yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya.

Semen disebut juga semen portland, jenis semen yang paling umum yang digunakan secara umum di seluruh dunia sebagai bahan dasar beton, mortar, plester, dan adukan non-spesialisasi. Semen ini dikembangkan dari jenis lain kapur hidrolik di Britania Raya pada pertengahan abad ke-19, dan biasanya berasal dari batu kapur. Semen ini adalah serbuk halus yang diproduksi dengan memanaskan batu gamping dan mineral tanah liat dalam tanur untuk membentuk klinker, penggilingan klinker, dan menambahkan sejumlah kecil bahan lainnya.

Fungsi semen dilihat dari tujuan bangunan tersebut dibagi menjadi beberap kriteria sebagai berikut:

1. Semen Portland Tipe 1 (Ordinary Portland Cement)
Semen ini digunakan untuk keperluan konstruksi secara umum. Cocok digunakan pada tanah dan air yang tingkat asamnya rendah dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung bertingkat, pengerasan jalan, dan lain-lain.

2. Semen Portland Tipe 2 (Moderate Sulfat Resistance)
Fungsi semen portland type II digunakan untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan akan asam (pada lokasi tanah dan air yang mengandung asam yang cukup tinggi) dan juga membutuhkan ketahanan akan panas agar beton yang dihasilkan tidak mudah memuai. Semen ini cocok untuk dipakai pada bangunan di pinggir laut, bangunan di bekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk landasan jembatan, bendungan, dermaga dan landasan berat yang memiliki kolom-kolom.

3. Semen Portland Tipe 3 (High Early Strength)
Fungsi semen portland type III digunakan untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekokohan atau ketahanan akan beban berat sejak fase permulaan setelah pengikatan terjadi. Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi mencapai 5000 cm2/gr dan mengandung kadar kalsium silikat yang tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari, kekuatan semen ini menyamai beton yang menggunakan semen portland tipe I pada umur 28 hari. Semen ini biasa digunakan untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan tingkat tinggi, dan bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan asam.

4. Semen Portland Tipe 4 (Low Heat Of Hydration)
Seperti namanya, penggunaan semen ini memerlukan panas hidrasi rendah, atau dapat dibilang tidak boleh digunakan di suhu yang panas. Peningkatan kekuatan beton yang dibuat dari semen ini lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur beton yang besar dan dengan volume yang besar pula, seperti bendungan, dam, dan lapangan udara. Kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan keretakan. Semen ini masih belum diproduksi di Indonesia.

5. Semen Portland Tipe 5 (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb. Karena tahan akan asam, semen ini sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.

6. Super Mansonry Cement
Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA dan kemudian berkembang kebeberapa negara. Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi, dan dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, paving block, dan bahan bangunan lainnya.

7. Portland Composite Cement (Semen Portland Komposit)
Jenis semen ini umumnya digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

8. Super Portland Pozzolan Cement (PPC)
Semen ini digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang, seperti: jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh. Semen ini juga dapat digunakan secara luas seperti:

  • konstruksi beton massa (bendungan dan irigasi)
  • Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat.
  • Bangunan atau instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
  • Pekerjaan pasangan dan plesteran.

9. Oil Well Cement Class G-Hsr (High Sulfate Resistance)
Semen Khusus ini digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986, yaitu:

  • KELAS A: Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
  • KELAS B : Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan ketahanan terhadap sulfat sedang
  • KELAS C : Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
  • KELAS D: Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang sedang
  • KELAS E: Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi
  • KELAS F: Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi
  • KELAS G: Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E

10. Blended Cement (Semen Campur)
Adalah semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan megaproyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut dikemas. Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.

11. Semen Portland Pozzolan (SPP)
Semen Portland Pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran antara semen Portland dengan bahan pozzolan (bahan yang mengandung senyawa silica dan Alumina) halus, yang diproduksi dengan menggilingnya bersama-sama.

12. Portland Blast Furnace Slag Cement
Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus. Kekokohannya dapat menyaingi semen portland, namun beton yang dihasilkan lebih stabil daripada semen portland.

13. Water Proofed Cement
Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan water proofing agent, dalam jumlah yang kecil seperti: Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya. Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

14. White Cement (Semen Putih)
Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

15. High Alumina Cement
High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengerasan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur. Pada saat ini, semen ini belum diproduksi di Indonesia

16. Semen Anti Bakteri
Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan anti bacterial agent. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk Self Disinfectant beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Semen anti bakteri digunakan untuk kamar mandi, kolam, dan lantai industri makanan.