Perbedaan Bata Merah dan Bata Ringan

No comment 62 views

Perbedaan Bata Merah dan Bata Ringan

Pemillihan bahan material batu untuk dinding rumah sangat lah penting. Sebab material batu untuk dinding ada yang daya tahan hanya kuat beberapa tahun. Tentunya pemilik rumah tidak mau rumah impian ringkih karena pemilihan batu yang kurang tepat. Sebelum membeli batu tentunya pemilik harus mengenal lebih jauh perbedaan batu untuk dinding dan tentunya sesuai dengan keuangan.

Umumnya masyaratkan Indonesia menggunakan batu bata merah untuk dinding rumahnya. Namun seiring berkembangan jaman dan teknologi memunculkan batu bata ringan atau hebel untuk dinding rumah. Namun sebelum memilih untuk membeli batu untuk dinding ada baiknya mengenal perbandingan bata Merah dengan bata ringan.

Batu Bata Merah

Batu bata merah adalah material yang sudah lama dipakai di Indonesia. Material ini sudah menjadi primadona untuk bahan membuat dinding rumah. Walaupun sudah banyak penemuan dalam bidang teknologi. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.

Bata merah yang dimaksud adalah bata dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dalam suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan.

Kelebihan batu bata merah antara lain tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang. Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan dan mudah pula untuk membentuk bidang kecil. Selain itu material ini mudah diperoleh dan harganya terbilang cukup murah. Dalam pemasangannya tidak memerlukan perekat yang khusus. Terhadap suhu, batu merah tahan panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Sementara kekurangan batu bata merah antara lain sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi. Kemudian sifat material ini menyerap panas pada cuaca panas dan menyerap dingin pada cuaca dingin sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil, cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya. Bentuknya yang tidak sama persis dan lebih berat membuat waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya. Yang cukup mengganggu adalah bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.

Bata Ringan

Bata ringan memunyai berat yang lebih ringan dibanding dengan bata yang biasa. Untuk itu saat ini orang lebih mengenal dengan nama hebel. Hebel yang beredar di masyarakat yaitu AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan CLC (Cellular Lightweight Concrete).

Bata AAC umumnya digunakan oleh pabrikan dengan investasi yang besar. Bahan baku yang digunakan adalah Pasir kwarsa (Si), Ca0 (Kapur), Aluminium (Al) sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi), Semen.